
Bayu yang menguja
bila pintu terbuka.
Aku kaku tanpa suara
dan dekap apa lebih pesona
dari jelira liqa' pada makna
ombak nafas mendesah ke pasir
pada ramas gejolak rindu yang menghanyut
Oh Kekasih,
hamparan tulus pun berbaring
mengaduk menyebatikan kasih pada taut
dan cinta mewarna rahasia,
pada kucup bibir basah
lidah mengungkap ungu-nya rindu padaMU
peluk-lah hatiku yang masih saja baru ku-buka
hanya untuk ENGKAU,
teroka-lah gugusan makna,
bahawa sesungguhnya,
cinta benar-benar melangkaui segala
melangkah benua dan susila!
HU ..KEKASIH,
Aku bukan aku lagi bila Engkau bukan engkau
biar pun siapa membilangnya dua
kita tetap satu pada menyatu
ENGKAU tetap
lihatlah,
bagaimana nyala cinta membakar kita hingga sirna
tiada tinggal di sana apa-apa selain se-jambak Rasa
menjalar menelusuri segenap rongga dada
penuh dan melimpah menjadi cahaya
Aku ingin aku menjadi Engkau
biar selamanya kita terpandang SATU
taman-taman rindu petik-lah anggurKu
perah-lah kasihnya, sehingga memecar titis setia
berguman-lah suara, kerena dakapNya adalah agra
Oh Kesatuan Cinta,
yang mempertemukan rindu antara benua
yang menjalin kasih, menjadi helai cindai
Aku kini menjadi Engkau
saperti matahari dan cahaya
saperti wangi dan bunga
saperti hati dan rasa
Hanya Kita,
yang tahu makna
Hanya ENGKAU,
yang tahu rahasia!
ENGKAU tetap baqa selama
biarpun sirna segala bumi dan laut
PialaMU adalah intiha MU....
*********************